PT. Agro Cemerlang Plasindo https://agrocemerlangplasindo.com Mulsa Perak Terbaik Sat, 01 Aug 2026 04:42:23 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0.2 https://agrocemerlangplasindo.com/wp-content/uploads/2022/12/cropped-acp-1-32x32.png PT. Agro Cemerlang Plasindo https://agrocemerlangplasindo.com 32 32 Mengenal Paranet Lebih Dekat, Jaring Pelindung Tanaman https://agrocemerlangplasindo.com/mengenal-paranet-jaring-pelindung-tanaman/ https://agrocemerlangplasindo.com/mengenal-paranet-jaring-pelindung-tanaman/#respond Sat, 01 Aug 2026 04:19:00 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=1048
Pernahkah kamu mendengar istilah “Paranet”? Mungkin untuk sebagian orang yang berkecimpung di bidang pertanian tentu sudah tidak asing dengan kata itu. Ya, paranet adalah jaring peneduh yang biasanya terbuat dari bahan plastik polietilena (PE), Nylon atau bahan sintetis yang dianyam, berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya matahari.

Selain di pertanian, Paranet juga sering digunakan sebagai peneduh teras rumah, kolam ikan, kolam renang, area parkir, atau area-area terbuka yang terpapar sinar matahari untuk mengurangi terik.

Paranet biasanya dibuat dengan berbagai ukuran dan kerapatan. Kerapatan sendiri ditentukan dari seberapa besar Paranet mampu menghalau sinar matahari. Misalnya, Paranet Nylon 85% berarti Paranet tersebut terbuat dari Nylon dan mampu menghalau sinar matahari hingga 85%, sedangkan sinar matahari yang tembus sekitar 15%. Jadi dengan adanya kerapatan ini, pengguna bisa menyesuaikan kebutuhan.

Secara umum, Fungsi Utama Paranet:

  • Mengatur Cahaya: Menyaring paparan sinar matahari langsung agar tanaman tidak layu atau daun terbakar.
  • Menahan Cuaca: Membantu meredam curah hujan yang terlalu deras dan tiupan angin kencang.
  • Menjaga Kelembapan: Mengontrol suhu dan sirkulasi udara di bawah area naungan.

Nah, jika anda membutuhkan info lebih lanjut tentang dimanan membeli paranet atau kebutuhan plastik pertanian, silahkan hubungi kami disini.

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/mengenal-paranet-jaring-pelindung-tanaman/feed/ 0
Mulsa Grenjeng, Tanaman Tumbuh Lebih Optimal https://agrocemerlangplasindo.com/mulsa-grenjeng-tanaman-tumbuh-lebih-optimal/ https://agrocemerlangplasindo.com/mulsa-grenjeng-tanaman-tumbuh-lebih-optimal/#respond Tue, 21 Jul 2026 15:04:35 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=1007

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi juga berdampak pada bidang pertanian. Termasuk juga bertambahnya pilihan bagi para petani mengguanakan mulsa untuk tanamannya. Apa sih Mulsa itu? Mulsa adalah material penutup permukaan tanah yang digunakan untuk menjaga kelembapan, mencegah pertumbuhan gulma, dan menyuburkan tanah.

Para pegiat tani sekarang ini sangat terbantu dengan adanya Mulsa plastik yang dengan mudah ditemukan di toko pertanian terdekat. Baru-baru ini, Mulsa Grenjeng menjadi salah satu mulsa favorit karena memiliki kelebihan tersendiri.

Berikut kelebihan Mulsa Grenjeng yang telah kami rangkum:

  • Pantulan Cahaya Optimal: Memantulkan sinar matahari dengan sangat baik ke arah daun bagian bawah sehingga proses fotosintesis jadi jauh lebih maksimal.
  • Mengusir Hama: Cahaya pantulan yang silau membuat hama pengganggu seperti kutu kebul, thrips, dan tungau pusing atau mati, sehingga tanaman terhindar dari serangan virus.
  • Suhu Tanah Sejuk: Membuat kondisi suhu di sekitar bedengan lebih dingin dan stabil, yang mencegah tanaman mengalami stres akibat panas ekstrem.
  • Pertumbuhan Cepat: Membantu tanaman hortikultura seperti cabai, terong, dan tomat tumbuh lebih cepat dan subur.

 

Dengan berbagai kelebihan tersebut, tentu saja petani sangat terbantu dengan adanya produk Mulsa Grenjeng. Hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai produk-produk Mulsa dan produk lainnya dari PT. Agro Cemerlang Plasindo.

 

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/mulsa-grenjeng-tanaman-tumbuh-lebih-optimal/feed/ 0
Pak Jokowi, Peremajaan Sawit dalam 6 Tahun Masih Rendah Tak Capai 10%. https://agrocemerlangplasindo.com/tidak-sulit-begini-cara-menanam-sayuran-di-polybag/ https://agrocemerlangplasindo.com/tidak-sulit-begini-cara-menanam-sayuran-di-polybag/#respond Thu, 16 Mar 2023 02:03:45 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=813 Jakarta – Kementerian Pertanian mengungkap realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) sangat minim. Selama enam tahun terakhir dari 2017-2022 hanya 278.200 hektare (ha), padahal Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah mengungkap setidaknya ada 2,8 juta hektare lahan sawit yang potensial untuk diremajakan.
Jika dihitung persentasenya, artinya realisasinya hanya 9,93% saja. Angka itu, dari total lahan sawit 2,8 juta ha yang potensial di Indonesia untuk diremajakan.

“Kita bersama memahami bahwa realisasi PSR masih sangat rendah sejak tahun 2017-2022 capaian kita sebesar 278.200 hektare. Setidaknya terdapat 2,8 juta hektar ulasan sawit rakyat yang potensial untuk diremajakan,” ujar Andi dalam Rakornas Kelapa Sawit 2023 di Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat, Senin (27/2/2023).

Baca juga:
Sawit Nggak Cuma Hasilkan Minyak tapi Juga ‘Daging’, Ini Buktinya
Andi mengakui bahwa capaian realisasi program peremajaan sawit belum sesuai harapan. Padahal target pemerintah 180.000 ha per tahun. Untuk itu Kementerian Pertanian melakukan rapat koordinasi nasional yang menghadiri petani sawit, pengusaha dan BPDPKS.

“Salah satu strategis tersebut melalui penyelenggaraan rakornas di mana kami menghadirkan seluruh stakeholder yang terdiri dari unsur pemerintah daerah provinsi kabupaten kota, perusahaan kelapa sawit yang melakukan kemitraan dengan program PSR serta asosiasi usaha baik perkebunan maupun perusahaan perkebunan,” ungkapnya.

Baca juga:
Aduh! Pemerintah Belum Bayar Utang Minyak Goreng Murah Rp 344 M ke Peritel
Dalam rakortas kelapa sawit ini juga, menghadirkan kementerian dan lembaga di tingkat pusat yang ikut dalam program PSR terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan BPDPKS.

“Menghadirkan juga KPK untuk memberikan dukungan dalam akselerasi program strategis nasional pemberantasan korupsi agar pelaksanaan program PSR bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Andi mengungkapkan bahwa program PSR merupakan momentum perbaikan tata kelola perkebunan sawit rakyat secara berkelanjutan sebagai wujud komitmen bersama meningkatkan produktivitas kebun rakyat yang pada akhirnya untuk peningkatan kesejahteraan pekebun.
“Peremajaan sawit rakyat jangan hanya dipandang bagaimana cara kita memperbaiki tanaman kelapa sawit yang sudah tua atau tidak produktif saja. Tapi peremajaan sawit rakyat harus mampu menciptakan inovasi, optimalisasi sumber daya lahan serta pemberdayaan bagi petani sawit,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Program PSR merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional. Saat ini rata rata sebesar 3-4 ton/hektare dan umur tanaman di atas 25 tahun.

Baca juga:
Minyak Jelantah Bisa Jadi Bahan Bakar, tapi…
Pelaksanaan program PSR dengan penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) dinilai akan meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru, sehingga dapat meningkatkan pendapatan pekebun rakyat secara optimal.

Program PSR merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit nasional. Saat ini rata rata sebesar 3-4 ton/hektare dan umur tanaman di atas 25 tahun.

Pelaksanaan program PSR dengan penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) dinilai akan meningkatkan produksi kelapa sawit tanpa harus melakukan pembukaan lahan baru, sehingga dapat meningkatkan pendapatan pekebun rakyat secara optimal.

Baca artikel detikfinance, “Pak Jokowi, Peremajaan Sawit dalam 6 Tahun Masih Rendah Tak Capai 10%” selengkapnya https://finance.detik.com/industri/d-6590584/pak-jokowi-peremajaan-sawit-dalam-6-tahun-masih-rendah-tak-capai-10.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/tidak-sulit-begini-cara-menanam-sayuran-di-polybag/feed/ 0
Agraris: Pengertian dan Contohnya di Berbagai Sektor. https://agrocemerlangplasindo.com/cara-pasang-mulsa-plastik-yang-baik-untuk-cabai/ https://agrocemerlangplasindo.com/cara-pasang-mulsa-plastik-yang-baik-untuk-cabai/#respond Thu, 16 Mar 2023 01:51:40 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=801 Jakarta – Agraris adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk mengelola lingkungan hidupnya. Apa saja contoh agraris?
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), memaknai agraris dengan tiga arti yakni mengenai pertanian atau tanah pertanian, mengenai pertanian atau cara hidup petani dan bersifat pertanian.

Jika dilihat dari definisinya, Indonesia termasuk negara agraris karena sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani.

Baca juga:
Tanaman Hortikultura: Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Manfaatnya bagi Manusia
Pengertian dan Contoh Agraris di Berbagai Sektor
Secara lebih luas agraris bisa diartikan dari berbagai aspek seperti ekonomi hingga tahap produksi, berikut penjelasan selengkapnya.

1. Agraris dalam Sektor Ekonomi
Melansir buku Seri Cerdas Tangkas – IPS Kelas 4 Semester 2 oleh X Kanopi, Agraris digolongkan sebagai jenis perekonomian masyarakat.

Agraris disebutkan sebagai kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi.

Tujuannya untuk menghasilkan barang dan mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan agraris banyak mempergunakan sumber daya alam seperti:

– Pertanian yang bertujuan menghasilkan bahan pangan seperti padi, jagung, kacang, kedelai dan sebagainya.
– Peternakan atau pembudidayaan hewan ternak seperti sapi, kuda, kerbau, kambing hingga unggas.
– Perkebunan merupakan proses menanam demi keperluan industri seperti teh, kopi, cengkeh dan sebagainya.
– Kehutanan. Tak hanya menggunakan hasil hutan seperti kayu, rotan dan damar kegiatan kehutanan dapat berupa pula pelestarian.
– Perikanan atau kegiatan membudidayakan ikan seperti lele, nila, bandeng dan sebagainya.

2. Agraris dalam Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk dalam suatu wilayah tertentu, sebagaimana dijelaskan dalam buku Geografi: Membuka Cakrawala Dunia oleh Bambang Utoyo.

Salah satu jenis kepadatan penduduk adalah kepadatan penduduk agraris. Kepadatan penduduk agraris adalah angka yang menunjukkan perbandingan banyaknya penduduk petani dan luas pertanian.

Formulasi yang digunakan untuk menghitung kepadatan penduduk agraris adalah: KPa = Pt/Lt

KPa = Kepadatan pendudukan agraris (orang/ha atau orang/km2)
Pt = Jumlah penduduk petani
Lt = Luas lahan pertanian.

Baca juga:
Bermacam Sumber Energi Alternatif untuk Cegah Pemanasan Global
3. Agraris dalam Bidang Produksi Barang
Selain dua hal di atas agraris juga dikelompokkan dalam bidang produksi berdasarkan kegunaan yang dihasilkannya.

Dikutip dari buku Pola Perilaku Konsumen dan Produsen oleh M. Yusnita, agraris adalah bidang kegiatan produksi dalam mengolah alam, baik berupa tumbuhan maupun hewan menjadi barang baru.

Contoh agraris dalam kegiatan produksi adalah pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan darat.

Nah, itulah penjelasan mengenai agraris dan contohnya. Semoga menambah wawasan detikers, ya!

Baca artikel detikedu, “Agraris: Pengertian dan Contohnya di Berbagai Sektor” selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6463318/agraris-pengertian-dan-contohnya-di-berbagai-sektor.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/cara-pasang-mulsa-plastik-yang-baik-untuk-cabai/feed/ 0
Melihat Kebun Sayur Warga Lereng Merapi Magelang yang Terdampak Hujan Abu. https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-kabupaten-ngawi-dongkrak-potensi-perikanan-air-tawar/ https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-kabupaten-ngawi-dongkrak-potensi-perikanan-air-tawar/#respond Thu, 16 Mar 2023 01:44:33 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=803 Magelang – Tanaman sayuran yang berada di Desa Paten dan Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, terdampak hujan abu erupsi Gunung Merapi. Begini kondisinya.
Pantauan detikJateng, sayuran terkena dampak hujan abu Merapi antara lain cabai, tomat, dan lainnya.

Petani tampak membersihkan tanaman yang terkena hujan abu Merapi tersebut. Salah satunya Rohman (37), warga Babadan, Desa Paten.

“Ini tanaman usia menginjak 3 bulan. Kalau nggak dibersihkan (tidak berkembang),” kata Rohman di sela-sela membersihkan abu di tanaman cabai, Sabtu (11/3/2023).

Tanaman cabai yang bersihkan dengan cara digepyoki. Hal ini dilakukan agar abu yang berada di daun dan ranting jatuh ke tanah.

“Ini ada 4 petak tanaman cabai,” tuturnya.

Hal sama dilakukan petani lainnya, Ani. Ia pun tetap memanen sayuran tomat. “Ini sudah saatnya panen, ya tetap dipanen. Nanti dicuci,” kata Ani, warga Krinjing.

Baca juga:
Cerita Warga Lereng Merapi Magelang saat Hujan Abu: Suasana Gelap 15 Menit

Tanaman sayuran di Desa Paten dan Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, terdampak hujan abu erupsi Gunung Merapi, Sabtu (11/3/2023). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Diketahui, Gunung Merapi erupsi siang tadi disusul hujan abu di sejumlah wilayah, salah satunya di Magelang. Warga menceritakan saat hujan abu suasana gelap.

“Sebelum kejadian suasana terang. Gelapnya itu pasca, setelah erupsi, visualnya tidak nampak,” kata Wahyudi, warga Babadan 1, Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, saat ditemui, Sabtu (11/3).

“Tadi sempat gelap. Suasana gelap sekitar seperempat jam,” tuturnya.

Setelah itu hujan abu Merapi mengguyur. Ketebalan hujan abu sekitar setengah sentimeter. “Di sini lumayan, ketebalan sekitar setengah senti,” ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Magelang turut terdampak hujan abu vulkanik Merapi.

Data dari BPBD, wilayah di Kabupaten Magelang yang terdampak abu vulkanik ada di 11 kecamatan, yaitu Sawangan, Dukun, Candimulyo, Pakis, Tegalrejo, Tempuran, Bandongan, Windusari, Kaliangkrik, Ngablak, dan Mertoyudan.

Baca juga:
Terdampak Erupsi Merapi, Desa Krinjing Magelang Buka Posko
Kepala BPBD Jateng, Bergas mengatakan Gunung Merapi mengalami erupsi pukul 12.12 WIB dan guguran awan panas meluncur ke arah barat daya. Pihak BPBD Kabupaten Magelang langsung meninjau dampaknya.

“Dampaknya meluncur ke barat daya, itu ke Kali Krasak Kabupaten Magelang. Dari BPBD Kabupaten Magelang langsung menuju titik lokasi kejadian,” kata Bergas.

“Di Kabupaten Magelang abu vulkanik sudah terjadi maka menimbulkan dampak kepada kegiatan warga masyarakat. Iya (Kabupaten Magelang terparah), terutama di tiga kecamatan,” imbuhnya.

Baca artikel detikjateng, “Melihat Kebun Sayur Warga Lereng Merapi Magelang yang Terdampak Hujan Abu” selengkapnya https://www.detik.com/jateng/berita/d-6613734/melihat-kebun-sayur-warga-lereng-merapi-magelang-yang-terdampak-hujan-abu.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-kabupaten-ngawi-dongkrak-potensi-perikanan-air-tawar/feed/ 0
3 Jurus biar Sektor Pertanian RI Jadi Lebih Maju. https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-pertanian-di-badung-pulau-bali-panen-bawang-merah/ https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-pertanian-di-badung-pulau-bali-panen-bawang-merah/#respond Thu, 16 Mar 2023 01:17:30 +0000 https://agrocemerlangplasindo.com/?p=802 Jakarta – Pandawa Agri Indonesia (PAI) perusahaan dengan inovasi berupa reduktan pestisida, menghadirkan Laporan Keberlanjutan bertajuk Akselerasi Pertanian Berkelanjutan. Laporan ini memuat kinerja PAI dalam menjalankan prinsip-prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) selama tahun 2022 dalam rangka mempercepat transisi pertanian Indonesia menjadi sektor yang lebih berkelanjutan.
PAI mengedepankan komitmen 3 PRO yaitu Protecting the Environment atau menjaga kelestarian lingkungan, Prospering the People atau menyejahterakan masyarakat dan karyawan, dan Promoting Responsible Business atau menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.

Dalam Sustainability Report tersebut, PAI mencatat kontribusinya dalam mengurangi lebih dari 1,5 juta liter penggunaan pestisida di lebih dari 2 juta hektar lahan perkebunan di Indonesia dan Malaysia. Dari angka ini, lebih dari 16.500 pekerja semprot dan petani telah terhindar dari paparan berlebih bahan kimia berbahaya yang berasal dari pestisida.

“Agrikultur merupakan salah satu sektor terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam krisis iklim yang terjadi karena menghasilkan 19-29% emisi Gas Rumah Kaca secara global. Pengurangan penggunaan pestisida dengan reduktan yang kami lakukan ini telah berkontribusi dalam mengurangi hampir 5.000 ton emisi karbon dioksida. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk dapat mengurangi emisi karbon sebanyak 31,89 persen dengan usaha sendiri dan 43,2 persen dengan bantuan internasional di tahun 2030 mendatang,” kata Kukuh Roxa, CEO Pandawa Agri Indonesia, Rabu (18/1/2023).

Baca juga:
Tekan Emisi Karbon, Pupuk Kaltim Tanam 23.272 Pohon Sepanjang 2022
Selain menciptakan terobosan reduktan, PAI juga mengembangkan ekosistem petani swadaya (smallholders) untuk semakin mendorong terciptanya sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Kami membentuk ekosistem petani yang end-to-end: di hulu kami memfasilitasi petani dengan teknologi PPAI dan di hilir kami mendampingi petani dengan manajemen pasca panen yang terintegrasi. Saat ini PAI telah mengembangkan ekosistem petani padi di Nagekeo, petani kopi di Pagar Alam, dan petani cabe di Banyuwangi,” katanya.

Sejumlah petani dampingan PAI mengalami peningkatan produktivitas hasil panen hingga 53% dan pendapatannya meningkat karena hasil panen dibeli dengan harga yang kompetitif.

PAI juga turut menggandeng Rabo Foundation guna memperkuat inklusi keuangan melalui penyaluran pendanaan produktif dengan bunga yang rendah. Kukuh menambahkan, lebih dari Rp 5 miliar total pembiayaan telah difasilitasi ke petani swadaya dalam bentuk kredit produktif dan product off-taking.

Impact Finance Consultant dari Rabo Foundation Diva Tanzil menjelaskan pihaknya memiliki misi untuk meningkatkan kemajuan ekonomi, sosial, dan ekologi di negara berkembang.

“Kami melihat inisiatif dan inovasi yang dijalankan PAI dalam menumbuhkan sektor pertanian yang berkelanjutan sejalan dengan rencana kami untuk menciptakan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim yang ada,” katanya.

Diva juga mengapresiasi kerjasama yang telah berjalan sejak 2022 lalu. Kolaborasi ini memungkinkan Rabo Foundation memperluas jangkauan layanan dan memberikan dampak positif bagi petani kecil didaerah pedesaan yang memiliki akses keuangan terbatas. Pembiayaan yang diberikan diharapkan dapat terus memberi kemudahan bagi petani dan mendongkrak angka inklusi keuangan di daerah.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan kinerja PAI sangat mendukung rencana pemerintah dalam menerapkan ekonomi hijau sebagai salah satu strategi utama dalam transformasi ekonomi.

“Hal ini juga mendukung percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta mendorong terciptanya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Dengan terus berfokus dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat pertanian, karyawan, serta menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), PAI optimis dapat mempercepat realisasi pertanian yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

“Dengan terus memperluas jangkauan reduktan pestisida dan inisiasi pengembangan ekosistem smallholders, kami siap mengakselerasi pertanian Indonesia menjadi lebih sehat, aman bagi lingkungan, dan berkelanjutan,” tutup Kukuh.

Baca artikel detikfinance, “3 Jurus biar Sektor Pertanian RI Jadi Lebih Maju” selengkapnya https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6522614/3-jurus-biar-sektor-pertanian-ri-jadi-lebih-maju.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

]]>
https://agrocemerlangplasindo.com/dinas-pertanian-di-badung-pulau-bali-panen-bawang-merah/feed/ 0